Saturday, 6 January 2018

Cerita dari Bukit Kerbau



Saya awalnya sempat bingung akan merayakan dimana pergantian tahun beberapa waktu lalu. Hal ini karena saya menginginkan pergantian tahun kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya saya merayakan itu dengan mengadakan acara makan sederhana di rumah seperti halnya orang lain kebanyakan, namun tahun ini saya memutuskan untuk menikmati pergantian tahun bersama alam, yakni dengan berkemah di sebuah gunung bersama dengan teman-teman saya.

Ide untuk berkemah di penghujung tahun sebenarnya datang hanya sehari sebelum keberangkatan kami kesana, inipun kami sempat bingung juga memilih mau ke gunung apa, beberapa opsi yang sempat terpikir yakni ke Gunung Salak atau Gunung Pancar, namun karena pertimbangan padatnya trafik menuju ke tempat itu saat hari libur apalagi akhir tahun kami dihari itupun memutuskan untuk ketempat yang belum banyak diketahui orang dan lebih jauh yakni ke Buffalo Hills yang lokasinya ada di Kabupaten Garut, jawa Barat

Buffalo Hills ini seperti namanya merupakan hamparan rumput hijau di dataran tinggi yang menjadi tempat bersantai dan cari makan para kerbau. Saat ini sepertinya tidak banyak lagi kerbau di Buffalo Hills, karena setiba kami disana kami hanya menemukan beberapa, seingatku hanya ada dua ekor. Kami memutuskan ke Buffalo Hills ini atas beberapa cerita pengalaman menarik dari beberapa artikel yang kami baca di internet. Gambaran lokasi dan beberapa spot foto yang terlihat menarik dari artikel-artikel itu berhasil membawa kami menjauh hampir enam jam dari ibu kota.


Minggu, 31 Desember 2017, Pukul 07:30 pagi dengan bus dari Jakarta kami bertolak menuju Terminal Guntur di Garut. Tidak banyak yang saya dapat cerita selama perjalanan menuju Terminal Guntur ini, karena selama perjalanan kami gunakan untuk istirahat penuh di bus guna mempersiapkan diri dan stamina. Tiba di Terminal Guntur, kamipun segera sholat zuhur, kemudian makan siang dan berangkat menuju destinasi Pos Pendakian Buffalo Hills. Disini kami sempat menemukan persoalan, karena tidak mengetahui dengan menggunakan apa kami akan ke pos pendakian itu.

Karena kami ada tiga orang untuk menuju Pos Pendakian Buffalo Hills, kami mencoba menggunakan transportasi mobil online untuk mengangkut kami, sayangnya setelah setengah jam menunggu, pesanan kami, tidak satupun ada yang merespon, olehnya kami beralih menggunakan ojek online dan berangkat terpisah. Disini kami mulai menemui beberapa persoalan. Ojek yang mengantar saya sempat tersesat sehingga butuh waktu lebih lama untuk sampai ke tujuan, satu ojek lain yang membawa teman saya tidak dapat mendaki jalanan yang terjal sehingga harus berjalan kaki, sedang ojek sisanya ternyata dengan lancar telah sampai di lokasi.


Saat tiba di pos pendakian akhirnya saya paham mengapa transportasi mobil online tidak ada yang ingin mengangkut kami, hal ini karena medan menuju lokasi yang perlu melewati jalan sempit, berbatu, bahkan menanjak, sehingga sangat tidak cocok untuk kendaraan roda empat. Bagi kalian yang suatu saat ingin ke tempat ini juga, ada baiknya membawa kendaraan sendiri (disarankan roda dua) untuk mempermudah akses kalian menuju lokasi. Di Pos Pendakian Buffalo Hills ini juga tersedia tempat penitipan kendaraan agar kendaraan kita aman selama ditinggalakan.

Oh iya, untuk masuk ke Buffalo Hills, di pos pendakian kita perlu mengeluarkan biaya sebesar 15 ribu, yang mana dana ini digunakan untuk memperbaiki akses masuk, perawatan lokasi, dan dana darurat bila nanti terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap para pengunjung. Di pos pendakian itu kami disambut dengan sangat ramah oleh beberapa petugas yang terlihat masih sangat muda, kami diarahkan untuk menulis nama, asal atau tempat tinggal, nomor telpon yang dapat dihubungi dalam sebuah buku.

Setelah selesai dari pos pendakian, kamipun berangkat menuju Buffalo Hills. Di perjalanan menuju Buffalo Hills kami dihadapkan jalanan yang begitu menanjak dengan kemiringan rata-rata sekitar 35 derajat, lumayan menguras tenaga. Selama perjalanan kami dapat melihat hamparan kebun warga yang tersusun rapi meski berada di tepi perbukitan yang tidak rata. Di wilayah ini ditanami sayur-sayuran seperti daun kol, cabai, tomat hingga kentang. Sepertinya bertani sayur mayur menjadi mata pencaharian umumnya warga sekitar Buffalo Hills. Kami sebenarnya tidak habis pikir tidak hanya bagaimana para petani disini menggarap lahan yang sangat miring di tepi bukit tetapi juga betapa kuatnya mereka tiap hari berjalan menanjak untuk bertani.


Sekitar tiga jam mendaki kami akhirnya tiba di Buffalo Hills. Sesaat setelah sampai kami begitu terkagum dengan keindahan Buffalo Hills ini. Hamparan rumput hijau, udara yang sangat sejuk, pemandangan Gunung Papandayan yang terlihat sangat jelas dari Buffalo Hills telah membuat kami jatuh cinta dengan tempat ini. Buffalo Hills merupakan tempat yang sangat tepat untuk berkemah karena disini kita dapat menikmati alam yang masih sangat asri, disaat malam hari kita bisa melihat lampu-lampu jalanan, cahaya lampu rumah-rumah Kota Garut dari ketinggian, dan khusus untuk malam tahun baru kita juga dapat menyaksikan ratusan kembang api yang menyala beriringan di langit Kota Garut. Bagaimana? Menyenangkan bukan.

Saat tiba di Buffalo Hills kami mencari spot lokasi yang tepat untuk mendirikan tenda, saat itu terpilihlah lokasi yang agak pojok. Sambil merapikan barang-barang kami dan memasukkannya kedalam tenda, kami juga mengumpulkan kayu bakar yang akan kami gunakan untuk menghangatkan di malam harinya. Oh, iya disana kami sebenarnya juga ditemani puluhan tenda lain karena di Buffalo Hills memang di tiap hari libur sering dipenuhi para pengunjung. Menjelang malam di Buffalo Hills, suasana lokasi ini terlihat lebih indah lagi, hal ini membuat saya tidak ingin kehilangan kesempatan mengabadikan suasananya dalam beberapa foto.
 

Tiba malam hari saat orang-orang lainnya menyalakan kayu bakar di depan tenda mereka masing-masing, kami lebih memilih mengurung diri dalam tenda karena kedinginan. Tumpukan kayu bakar yang telah kami kumpul akhirnya menganggur. Sempat terpikir untuk disumbangkan kepada pihak yang membutuhkan namun niat ini sudah lebih dulu menciut karena suhu Buffalo Hills yang teramat dingin. Jadi kalian yang suatu saat juga ingin ke Buffalo Hills, siapkanlah pakaian, jaket, selimut setebal mungkin agar anda tetap merasa hangat. Di malam hari kami hanya keluar tenda saat ingin buang air kecil dan untuk menyaksikan kembang api pergantian tahun menjelang pukul 12 malam.

Keesokannya, pukul 5 pagi suara hingar bingar pengunjung lain secara tidak langsung membangunkan kami, ternyata ini karena mereka ingin menyaksikan sunrise pertama di 2018. Pengunjung lain disana mengatakan bahwa matahari akan muncul dari balik Gunung Papandayan , betapa penasarannya saya untuk menyaksikan keindahan sunrise ini dengan eksotisme Gunung Papandayan yang menjulang tinggi itu. Saat itu saya jadi teringat ketika melihat beberapa cahaya dari puncak Gunung Papandayan di malam sebelumnya yang dinyalakan para pendaki disana, orang-orang yang berada di Puncak Gunung Papandayan itu sepertinya lebih dulu menyaksikan sunrise pertama di 2018


Pukul 8 Pagi saat suhu Buffalo Hills mulai beralih dari dingin menjadi hangat, kamipun mulai beres-beres untuk pulang, sebelum pulang kami merencanakan untuk jalan-jalan ke air terjun (curug) di dekat Buffalo Hills. Tidak satupun dari kami yang mengetahui dimana lokasi curug ini, olehnya kami berinisiatif untuk menanyakan ini pada sekempulan anak usia sekitar 9 tahun yang sedang bermain-main di Buffalo Hills. “Mohon maaf dek, kalau mau ke curug lewat mana ya?” tanya saya. Anak-anak ini kemudian menjawab dalam Bahasa Sunda yang agak sulit saya pahami, yang kurang lebih maksudnya mereka akan menemani kami menuju curug di Buffalo Hills.

Ternyata lokasi curug dengan lokasi kami mendirikan tenda tidak begitu jauh, tadinya saya berfikir bila kami perlu lagi mendaki bukit yang jauh untuk menuju kesana. Curug ini berlokasi di tepian Buffalo Hills. Air terjun ini juga begitu segar dan jernih dan banyak digunakan warga sekitar untuk pengairan kebun sayur mayur mereka. Bagi anda yang ingin ke curug ini agar hati-hati, karena jalanan yang dilintasi begitu curam, sempit, dan agak becek, sehingga kita perlu kewaspadaan ekstra. Mengakhiri liburan kami disana, selepas dari curug kamipun turun menuruni bukit kemudian kembali pulang ke Jakarta.

Nah itulah tadi cerita perjalanan kami dan keseruan menikmati pergantian tahun di Buffalo Hills, Garut. Bagimana? Menyenangkan bukan. Jadi bagi anda yang tertarik ingin kesana, saya ingin memberikan beberapa tips buat anda, yakni:


Buffalo Hills ini adalah satu dari sekian ribu eksotisme Indonesia kita, ada begitu banyak tempat-tempat menarik di negeri ini yang menunggu kita jelajahi. Ayo kenalilah negerimu, hidupkanlah wisata lokal, berbanggalah menjadi Indonesia. Terima kasih telah mengikuti perjalanan saya kali ini, sampai jumpa di cerita-cerita saya berikutnya.









Saturday, 30 December 2017

Ayo Selaraskan Langkah Bersama Astra Menyelamatkan Indonesia


Kick off Program Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas, April 2014. Sumber satu-indonesia.com
 ...
Ayah meninggal sejak 2003 silam, saat itu saya bahkan masih belum menamatkan pendidikan sekolah dasar ketika ayah meninggalkan keluarga kecil kami. Tak ada satupun kami yang menyangka bahwa beliau akan begitu cepat pergi meninggalkan ibu, saya, adik, dan kakak-kakak saya. Ayah meninggal pada sebuah kecelakaan tunggal, sebabnya mobil yang dikendarai ayah lepas kendali, mengakibatkan mobilnya terbalik di sisi jalan yang curam.

Sepeninggal ayah begitu banyak hal yang berubah, kami harus memulai kehidupan yang baru dengan penuh keterbatasan. Seringkali kami berharap kehadiran ayah, mengayomi, mengasihi kami menghadapi dunia yang terkadang begitu tidak bersahabat. Andai saja kecelakaan itu tidak pernah terjadi, ayah mungkin saja bisa hadir menyaksikan kami anak-anaknya tumbuh menjadi dewasa, menyelesaikan pendidikan, bahkan menemani saya saat wisuda di tahun 2014 yang lalu. 

Satu hal yang saya pelajari dari peristiwa yang dialami oleh ayah saya, kecelakaan ini mengakibatkan begitu banyak kerugian moril maupun materil yang traumatik, karena akibatnya terus dirasakan oleh saya bahkan kami sekeluarga, olehnya suatu saat bila saya akhirnya memutuskan menikah dan memulai kehidupan dengan keluarga baru, saya akan lebih berhati-hati dan menjaga diri sebaik mungkin agar apa yang telah saya rasakan ini tidak juga dirasakan oleh istri dan anak-anak saya nanti.

Kecelakaan di Indonesia

Hal yang perlu kita cermati, kecelakaan merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Korban kecelakaan di Indonesia bahkan lebih banyak dari jumlah korban terorisme, bencana tsunami, bencana banjir, dan lain-lain. Dalam Forum Polantas ASEAN 2017 bertajuk Kerja Sama Global untuk Menciptakan Keselamatan Berlalu Lintas, di Jakarta, Rabu, 15 November 2017, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia salah satu tertinggi di antara negara-negara ASEAN, yang tiap tahunnya dapat merenggut 28-30 ribu nyawa. Bayangkan ada begitu banyak keluarga diluar sana yang kehilangan kerabat, sanak famili diakibatkan kecelakaan.

Grafik berikut adalah grafik yang saya olah dari website Korlantas Polri. Grafik ini menunjukkan total jumlah kecelakaan dan korban meninggal dunia di beberapa triwulan terakhir. Setidaknya ada rata-rata 5 ribuan lebih nyawa yang menjadi korban setiap triwulannya.

 

Kemudian grafik berikutnya menunjukkan setidaknya ada lima jenis pelanggaran penyebab kecelakaan. Pelanggaran terbesar dilakukan oleh para pengendara motor dengan sebagian besar dari mereka mengendarai motor tanpa memiliki SIM.


Dari grafik ini kita dapat melihat penyebab utama kecelakaan adalah kurangnya kesadaran pengemudi untuk tertib lalu lintas. Sehingga hal ini kemudian membuat Astra sebagai salah satu produsen otomotif terbesar di Indonesia menggalakkan program “Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas” sebagai bentuk tanggung jawab sosial Astra untuk turut berpartisipasi aktif dalam mengkampanyekan program tertib lalu lintas dan berkendara.

Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas

Astra melihat tingginya angka kecelakaan kendaraan bermotor di Indonesia disebabkan kurang tertibnya pengguna jalan dalam berkendara. Olehnya Astra menggalakkan kepedulian terhadap keselamatan pengendara kendaraan bermotor dan pengguna lalu lintas dengan melakukan upaya mengurangi angka tersebut dengan mengadakan program Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas. 

Jajaran Grup Astra melepas peserta touring keselamatan berkendara di Astra Motor Center Jalan Gajahmada, Semarang. Sumber: sindonews.com
Peluncuran program Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas dilakukan pada 15 april 2014 yang lalu, dihadiri oleh Pudji Hartanto, Kakorlantas RI dan Prijono Sugiarto, Presdir Astra International Tbk. serta dihadiri oleh Pongki Pamungkas, Chips of Corporate Communication, Security, Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk., serta Direksi Astra Group. Setidaknya ada tiga pilar yang dikawal oleh Astra dalam program ini, yakni:


1. Safety Awareness of Customer, setiap pelanggan yang membeli produk Astra akan di diberikan Safety driving and ridinghand book sebagai panduan dalam mengemudikan kendaraan. Selainitu Astra akan selalu menyisipkan kampanye keselamatan berkendara disetiap event yang dilakukan.

2. Safety campaign for public yakni pengaduan berlalu lintas untuk masyarakat yang dikemas dalam tujuh tips aman berlalu lintas yang dilaksanakan melalui talkshow radio, social media dan event khusus, tujuh tips tersebut adalah wajib punya SIM, mampu mengemudi dengan baik, mengemudi tanpa telepon genggam, kendaraan dalam kondisi prima, klik helm dan sabuk pengaman, tidak dalam keadaan mengantuk, berhenti di belakang garis putih dan tidak berkendara di bahu jalan.

3. Edukasi yang menyasar pelajar SD hingga mahasiswa dalam keselamatan berlalu lintas yang dikemas melalui Astra Berbagi Ilmu (ABI) yang dilakukan oleh karwayan Astra melalui kurikulum etika berlalu lintas serta pelatihan safety riding untuk pelajar SMA.
Safety Riding untuk Pelajar SMA, Sumber satu-indonesia.com
Safety Riding untuk pelajar SMA, Sumber: otoVista.com
Program Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas ini merupakan program anual Astra sejak 2014,di tahun 2017 ini sendiri diselenggarakan Festival Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas di Medan sejak tanggal 22 hingga 24 September.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat membuka Festifal Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas di Medan. Sumber: astra.co.id
Festival Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas dibagi dalam beberapa kegiatan yaitu, Talkshow, Awarding Astra Road Safety Fest, Fun Rally dan Carnival. Sebelumnya, masyarakat Medan bersama Grup Astra telah terlebih dahulu melaksanakan beberapa program Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas, salah satunya adalah Astra Road Safety Challenge yang telah dilaksanakan sejak Agustus 2017. Acara ini menargetkan peserta komunitas dan pelajar Medan. Serangkaian festival ini seakan merayakan berbagai upaya yang telah dilakukan Astra dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara. Adapun program yang telah dijalankan (Sumber: satu-indonesia.com) adalah:

Toyota Astra Motor (TAM):
Program Traffic Safety dilaksanakan TAM untuk mengembangkan upaya dalam mengurangi permasalahan lalu lintas seperti kecelakaan dan kemacetan, terdiri dari sejumlah program pendidikan keselamatan dalam mengemudi (safety driving) di beberapa daerah. Selain itu bekerjasama juga dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk melaksanakan perbaikan jalan.

Astra Daihatsu Motor (ADM):

Bersama dengan Korlantas, ADM menggandeng Club Daihatsu untuk mendeklarasikan Anti Bahu Jalan bagi pengguna jalan tol pada 2010. Pada tahun 2011 ADM mengampanyekan No Texting While You Drive dan membuat safety driving simulator yang menunjukkan cara mengemudi yang aman yang ditujukan untuk anak-anak. Selain itu ADM juga bekerjasama dengan Korlantas Polri untuk pembangunan rambu-rambu dan pembuatan buku-buku Ayo Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas.

Astra Honda Motor (AHM):
AHM bekerjasama dengan dinas pendidikan untuk mengembangkan kurikulum pembelajaran etika berlalu lintas untuk siswa SMA/SMK dan SMP di 30 provinsi dan akan terus dikembangkan ke provinsi lain. Sebanyak 1.000 Honda Riding Trainer (HRT) yaitu simulasi keselamatan berkendara dengan standar internasional disebarkan di seluruh jaringan Honda.

Asuransi Astra:
Asuransi Astra menyelenggarakan Always Drive Safely bersama produk asuransinya Garda Oto sejak 2006, yang terdiri dari berbagai program safety driving clinic yang ditujukan untuk wanita, anak muda dan keluarga.

FIF Group:

Sejak 2012 FIF Group mengadakan workshop safety riding untuk para karyawan dan Inspeksi Nasional Keselamatan Berkendara yang terdiri dari pengecekan masa berlaku SIM dan STNK serta kondisi dan kelengkapan sepeda motor karyawan dan kendaraan operasional kantor.

Astra Credit Companies (ACC):
Sejak 2013, ACC bekerjasama dengan AHM mengadakan safety riding bagi karyawannya.

Marga Mandala Sakti (MMS):
Setahun tiga kali MMS melaksanakan kampanye keselamatan berlalu lintas di area peristirahatan (rest area) jalan tol Tangerang – Merak KM 68, 45 dan 43. MMS juga bekerjasama dengan radio-radio untuk mempublikasikan tip-tip keselamatan berlalu lintas.

Serasi Auto Raya (SERA):

Beberapa kegiatan untuk membudayakan keselamatan berlalu lintas telah dilakukan oleh SERA, yaitu Defensive Driving Training Center yang memberikan edukasi kepada para pengemudi TRAC serta karyawan-karyawan dari pelanggan TRAC. SERA juga mengadakan Safety Riding for Mining yang ditujukan untuk para pengemudi di area pertambangan. Ada juga Tremo, yaitu rental motor dan rider training serta pelatihan safety riding untuk pengemudi-pengemudi ojek di sekitar instalasinya

Sebagai penutup serangkaian kegiatan yang selenggarakan oleh Astra ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara dengan harapan mengurangi jumlah angka kecelakaan di Indonesia. Perhatian Astra terhadap keamanan berkendara seyogyanya tidak hanya menjadi perhatian Astra semata, melainkan menjadi perhatian kita bersama. Mulailah dari diri kita sebagai stakeholder dalam masyarakat untuk turut tertib lalu lintas, yang berlanjut menjadi kesadaran masyarakat secara menyeluruh. Dengan meningkatnya kesadaran berkendara kita menjamin kehidupan masyarakat yang lebih baik serta menjadikan lalu lintas ramah kepada siapa saja. Perjalanan 60 tahun Astra adalah bukti makin dewasanya Astra dalam memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat, menginspirasi jutaan sumber daya manusia menjadi unggul serta berkontribusi sosial yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara. Ayo selaraskan langkah bersama Astra kita selamatkan Indonesia



Referensi:
satu-indonesia.com
astra.co.id
sindonews.com

Gambar kreatif oleh darwinjh.blogspot.co.id