Saturday, 21 January 2012

Tanda Tanya (?)

Bagiku dunia kampus memang begitu aneh, banyak hal tak ku mengerti disini. Dari sistem penilaian sampai pengurusan KRS-pun tak ada yang beres. Semuanya penuh tanda tanya. Sudah lebih setahun saya kuliah namun tak ada yang pernah memuaskan tanda tanya saya. Rajin tidak rajin kuliahpun rasanya sama saja. Lihat coba dari nilai di akhir semester yang bedanya tidak jauh-jauh amat dengan yang malas kuliah.

IPK saya semester ini memang meningkat tipis, hanya naik 0.07 atau 2,13% dari semester lalu *malu sebutin IP*, yang lain bahkan turun (Baca:Hancur) drastis. Padahal awalnya ditargetin IP semester ini dapatnya 4.2 (ada ya?), tapi kalau kenyataannya begitu ya mau tidak mau ya harus mau (kayak lirik lagu :)).

Tapi untunglah bukan hanya saya yang mengalami ini (senangnya :)). Teman sekelas sayapun "menderita" hal yang sama. IP kami rendah bukan karena malas kumpul tugas, malas kuliah atau sama sekali tidak ikut mid test atau final tapi memang sistem penilaiannya sendiri yang gaje (gak jelas).

Semester ini saya harus rela dapat C+ di dua mata kuliah, HAN dan Delik-delik dalam kodokfikasi *sensor*. Kebanyakan yang lain bahkan malah dapat D dan E di dua mata kuliah itu.

Rasa-rasanya kami sudah memenuhi semua kewajiban kami selama kuliah di kelasnya, ya harusnya dua mata kuliah itu memenuhi kewajibannya tuk berikan nilai yang memuaskan bukan malah mengundang kontroversi. Ini kemudian membuat kami bertanya-tanya, "Apa salah ta' kodong pak?".

Sedikit cerita tentang mata kuliah itu, dua mata kuliah HAN dan Delik-delik dalam kodokfikasi adalah sama-sama mata kuliah (Ya, iyalah!), maksudnya kuliah pagi. Jadi konsekuensinya kami harus bangun pagi selama semester itu( bangun pagi adalah hal yang sulit saya lakukan *curhat*). Hal yang paling mengecewakan adalah ketika kami sudah bersusah-payah bangun pagi tapi dosennya malah datang di 30 menit terakhir, tidak adil kan!. Wajah yang awalnya ke kampus dengan senyum sumringah, menjadi kusut karena menunggu. Hal yang bisa kami lakukan ya hanya menggalau tidak jelas. Di mata kuliah Delik-delik dalam kodokfikasi dosennya malah jarang masuk, kasi nilainyapun minta ampun pelitnya.

Karena tidak menerima ketidakadilan ini, kamipun memberanikan diri menyambagi rumahnya(saya sih tidak ikut, tapi ini temanku yang cerita). Belum masuk ke rumahnya mereka sudah ditanyai, " Mau apa?" kata dosen dengan suara menakutkan.
Mereka : "Konsultasi nilai pak !", jawabnya dengan terbatah-batah.
Dosen : "Kau dapat apa?", (masih menakutkan kayak tadi).
Mereka : "Dapat C, D dengan E pak." jawabnya dengan celana mulai basah ketakutan.
Dengan nada keras dosen menjawab,
Dosen : KAU MENGULANG SAJA TAHUN DEPAN !!!.
*Kemudian Hening*

Rambut yang dulunya mekar tiba-tiba jadi layu, rokokpun habis d tangan tanpa dihisap (Tambahan: Diketawai juga sama tukang bentor).
.

Belum lagi sistem penilaian yang benar-benar sangat mengecewakan pegurusan KRS-pun bikin "menambah penderitaan" (4L4y B4nGet). Beginikah kampus yang kami bangga-banggakan? Pengurusan KRS saja masih amburadul dan tidak siap!. Jadinya mahasiswa dan petugas akademik, bingung dan GALAU berjamaah.

Sekian, postingan malam ini.
Comments
5 Comments

5 comments:

  1. Itu tugasmu untuk ubah, belajar yg rajin terus jadi dosen yg lebih baik lagi...

    ReplyDelete
  2. begitu memang mahasiswa d'... he he

    ReplyDelete
  3. @ K icha: ok kanda, sy akan usahakan. ckckck

    @ K amel : ok makasih kak. :)

    ReplyDelete
  4. Tulisan ini menarik karena dibawakan dengan cara deskriptif yang santai. Budaya literasi di dunia kampus harusnya dapat dimulai dengan tulisan seperti ini. Tulisan ini sangat aktual dan mampu menjadi representasi perasaan mahasiswa fh uh di semester ini.

    ReplyDelete

Orang baik meninggalkan pesan