Tuesday, 27 March 2012

Cari Buku


Masih pada hari sabtu yang lalu, sehabis dari rumahnya kak Nia dan menyaksikan Inaugurasi FKM di gedung baruga A.P Pettarani, saya kemudian bersama kak Afif, Chua dan Fandi menuju ke gramedia mencari buku. Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore dan sangat disayangkan kalau saya langsung pulang saja, alhasil saya ikut meskipun bersama orang-orang tua yang aneh itu.

Berangkat dari fakultas hukum, kami melewati pintu satu Universitas Hasanuddin. Masih terlihat batu-batu yang berserakkan dan pot-pot kampus yang hancur pada demo menolak BBM yang lalu. Pintu satu itu ibarat jalur gaza-nya Universitas hasanuddin, yang tiap hari-hari tertentu selalu mempertemukan mahasiswa dan para polisi yang mengamankan aksi.

Kami singgah sebentar di Bung, kebetulan kak Afif waktu itu ingin mengambil sesuatu, saya tidak tahu apa.  Yang jelasnya bukan sesajen, karna bukannya kami mau ke pemakaman, kami mau ke Gramedia. Kami  lalu melanjutkan perjalanan kembali, melintasi Univ 45 kami singgah lagi di mesjid Agung 45 untuk sholat maghrib. Meskipun tampang-tampang kami anarkis, tetap ibadah tidak boleh ditinggalkan Setelah sholat kamipun kembali melanjutkan perjalanan.

Kami tiba di Mall Panakukang, yang lebih dikenal dengan nama MP. kami tiba disana pada pukul 7 kurang sedikit. MP seperti biasanya tetap ramai apalagi waktu itu bertepatan dengan malam minggu, pusat perbelanjaan memang selalu ramai di malam minggu. Orang-orang disini banyak yang memperhatikan saya, entahlah mungkin karna saya keren dan tampan. Singkat cerita kamipun akhirnya tiba di gramedia.

Berikut Foto-fotonya:

Kak Chua Transaksi
Kak Fandi Cari Buku
Senpai Chua dan buku barunya
Dan akhirnya saya menemukan buku yang sesuai,.... (◡‿◡✿)

Justin Bieber
Perjalanan kami tidak hanya selesai sampai disitu, Sehabis dari Gramedia, saya yang masih keren dan tampan ini menuju "bulukunyi", banyak toko-toko buku lengkap disana. Perjalanan kami sempat diwarnai peristiwa tabrakan motor ketika kami singgah di sebuah jajanan pinggiran di Pelita Raya. Bukan kami yang tabrakan, dua orang pengendara motor yang tidak hati-hatilah yang terlibat. Mereka sempat adu mulut, mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, agak lama mereka seperti itu hingga akhirnya saya meninggalkan mereka kemudian berlalu malanjutkan makan ditempat tadi.

Tempat Kami Makan
Makanan disini enak, sebanding dengan harganya yang lumayan mahal bila dibandingkan makanan-makanan sejenisnya di Workshop. Workshop sendiri merupakan tempat makan andalan kami bagi mahasiswa di Unhas, selain harganya yang murah, isinyapun lumayan meriah. Dengan Rp 6.000 kami sudah puas bisa makan disana. Selesai makan, perjalanan diteruskan menuju "bulukunyi". Singkat cerita, kamipun tiba disana. Toko Bina Ilmu masih terbuka, wajar saja waktu pada saat itu menunjukkan pukul 9 lewat. Sama seperti MP toko inipun ditutupnya pukul 10. Namun yang jelas kami masih punya waktu menjelajah buku-buku disana.

"Buku di toko ini benar-benar lengkap", kata saya dalam hati.

Buku-buku yang selama ini saya cari semua ada disini, pantas memang banyak teman-teman di  kampus merujukkan tempat itu. Waktu menunjukkan pukul 10 kurang lima menit, kamipun harus sesegera mungkin menyelesaikan keperluan kami disana. Senpai Chua yang masih menyesalkan buku yang dibelinya di MP ternyata lebih mahal Rp 2.500 ketimbang di toko itupun turut serta bergegas.

Hari itu saya benar-benar lelah, dan akhirnya memutuskan pulang dan berlalu kembali menuju rumah.

Berikut Foto-foto kami disana :

Senpai Chua dan kak Fandi
M. Afif Mahfud


Comments
1 Comments

1 comment:

  1. yang saya ingin tanyakan, apa kau bikin di situ , liat buku ya, beli buku tidak. Yang z baca, cuma senpai chua yang beli buku.... ha ha ha

    ReplyDelete

Orang baik meninggalkan pesan