Sunday, 28 October 2012

Stop Korupsi KTP


Ini sebenarnya pengalaman kakak saya ketika akan mengajukan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di kantor kecamatan, hari kamis, 25 oktober 2012 lalu. KTP nya yang sebelumnya, hilang sehingga sebagai warga negara yang baik, kakak saya harus mengurusnya lagi. Persyaratan yang harus dibawah, ya sama seperti pembuatan KTP pada umumnya, surat pengantar dari kelurahan dan kartu keluarga. Ada sedikit kesalahan dalam kartu keluarganya, namanya ada satu kata yang salah. Tapi apa yang dikatakan pihak kecamatan,

"Saya tahu adek ini bohong, pasti kartu keluarga  ini bukan punyanya adek, ya jadi baiknya kita atur damai saja, 250 ribu KTPnya nanti saya uruskan".

Ini penggantian KTP, artinya telah mengajukan KTP dengan kartu keluarga yang sama sebelumnya. Kenapa meski salah sedikit nama saja kemudian jadi masalah? Kalaupun ada kesalahan nama dalam KK kan bukan kesalahan kakak saya, tapi yang buat KK itu dikelurahan. Tanpa meladeninya, kakak saya kemudian pulang.

Dalam Peraturan Daerah (PERDA) Kota Makassar, No 12 tahun 2001 tentang Retribusi Jasa Umum, Pasal 17 huruf (e) disebutkan,

Penggantian KTP yang rusak atau hilang : 1. WNI  Rp. 50.000, 2. WNA  Rp. 600.000

Sudah jelas bahwa biaya yang seharusnya dikeluarkan kakak saya hanya 50 ribu, dalam Perda Kota Makassar mengenai Retribusi jasa umum itu tak ada satupun tertulis angkah 250 ribu, ini pasti hanya akal-akalan dari pegawai kantor kecamatan saja. Mungkin bukan hanya saya yang mengatakan ini, pegawai-pegawai pemerintah di kecamatan memang banyak yang bermasalah, entah karna kepribadian yang memang korup atau hal lainnya. Tapi saya menduga faktor ekonomi sangat berperan menyebabkan perilaku korup di kecamatan ini sering saja terjadi, mulai dari gaji yang rendah konsumsi tinggi hingga orang-orang yang memang kesenangannya menumpuk kekayaan. Adanya anggapan masyarakat bahwa tingkat keberhasilan seseorang dilihat dari seberapa kayanya ia menjadikannya selalu berusaha tuk mengumpulkan kekayaan meski dari jalan yang tidak seharusnya.

Kartu tanda penduduk itu penting, dalam mempermudah pendataan warga tetapi kalau pengurusannya yang susah dan harus kena pungutan liar, orang-orang malah jadi malas mengurus KTP. Uang ratusan ribu atau bahkan sampai jutaan mungkin akan habis dalam beberapa hari atau bulan, tapi cerita orang dibelakangmu mengenai pungutan itu bisa sampai seumur hidup bahkan hingga ke keturunan mu nantinya. Sesuatu hal yang harus dibayar mahal.

Terus, bagaimana membenahi ini? Jawabannya yakni, 1. person harus diubah, pegawai-pegawai kecamatan yang menempati posisi penting atau dianggap mudah terjadinya tindak pidana korupsi haruslah orang-orang terpilih yang telah lulus uji kelayakan, lulus tes psikologi untuk mengetahui kepribadiannya atau tes lainnya yang dianggap perlu. 2. Perluas sosialisasi mengenai biaya-biaya misalnya pembuatan KTP yang wajar ke masyarakat, minimal di kantor kecamatan sendiri melalui pemasangan pamflet-pamflet dan sebagainya. 3. Kantor kecamatan harus dilengkapi kamera pengawas dalam mengawasi perilaku pegawai-pegawainya, ini penting untuk menekan dan membiasakan berprilaku jujur dan bebas dari korup. 4. Kesejahteraan pegawai kantor kecamatan harus diperhatikan, agar tidak ada alasan lagi karena sedikitnya gaji. 5. Kita sebagai orang-orang yang peduli terhadap gerakan anti korupsi tolak secara tegas dan melaporkan kejadian-kejadian seperti halnya diawal tadi kepada pihak yang berwenang.

Saya ingat salah satu tayangan dalam film kita versus korupsi, cerita mengenai perilaku korup di sekolah dan lingkungan keluarga. Seorang siswi yang mengumpulkan uangnya tiga tahun untuk membeli sebuah kamera dan berani menolak ajakan teman-temannya untuk berprilaku korup bila menginginkan sesuatu. Satu hal yang seharusnya menjadi renungan buat kita semua. Perubahan bangsa adalah perubahan yang dimulai dari diri kita sendiri,

Tinggalkanlah apa yang kamu ragukan dan kerjakanlah apa yang tidak kamu ragukan! Sesungguhnya jujur itu menimbulkan ketenangan dan dusta itu menimbulkan kebimbangan. (HR Tirmidzi)

Lawan korupsi, karena kita berani !


No comments:

Post a Comment

Orang baik meninggalkan pesan