Wednesday, 28 November 2012

Makassar Tidaklah Sesempit Layar TV


Makassar merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia timur. Keberadaan makassar sebagai salah satu pusat ekonomi di kawasan merupakan modal tersendiri sebagai penggerak kemajuan bangsa Indonesia kedepannya. Artikel mengenai kemajuan ekonomi Makassar dapat dilihat disini.

Disamping kemajuan yang membanggakan tersebut, Makassar juga tidak lepas dari banyaknya stigma negatif yang menderu kota di ujung selatan pulau Sulawesi ini . Aksi demonstrasi yang berujung vandal menjadi penyebab utama buruknya citra Makassar di mata masyarakat non-Makassar. Kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Makassar, Rusmayani Madjid turut berbicara mengenai hal tersebut,

Dari sisi pariwisata tentu ini sangat berdampak buruk, sebab memberikan pandangan terhadap orang luar bahwa Makassar tidak aman, sehingga akan sia-sia promosi yang kita sudah lakukan selama ini”. Ujarnya dalam wawancara dengan www.kabarmakassar.com senin (1/10/2012)

Citra sebagai kota dengan penduduk keras, kasar bahkan brutal adalah hal yang mau tidak mau, harus kita terima. Tetapi sekali lagi saya tegaskan, apa yang dipersepeikan itu tidaklah benar kawan

Saya sendiri merupakan salah satu mahasiswa Makassar yang juga pernah merasakan mengikuti aksi demonstrasi. Dari awal aksi, kami telah diperingatkan untuk tidak terpengaruhi oleh oknum penyusup yang menginginkan aksi demonstrasi kami berlangsung vandal. Oknum-oknum inilah yang menjadi peran utama penyebab lahirnya citra buruk kota Makassar kini.

Sangat banyak media massa yang meliput aksi demonstrasi mahasiswa Makassar, tetapi pemberitaannya kemudian digambarkan bila telah terjadi kekacauan di seluruh kota. Adalah tidak dapat diterima bila kejadian yang hanya terjadi di satu titik, seolah diberitakan terjadi kekacauan diseluruh kota. Kami sekali lagi menjadi korban pemberitaan yang tidak bertanggung jawab. Kota Makassar tak sesempit layar TV kawan. Apa yang diberitakan tidaklah mencerminkan apa yang sesungguhnya.

Masyarakat Makassar pada dasarnya sama seperti masyarakat lainnya di Indonesia. Perbedaan mencolok hanya terdapat pada dialek dan nada suara yang terdengar kasar, padahal maksud dan tujuannya tidaklah demikian. Bila terbiasa bergaul dengan orang Makassar, kalian pasti akan memahami ini.

Aksi tawuran mahasiswa menempati urutan kedua hal yang mengakibatkan buruknya citra Makassar di mata masyarakat non-Makassar. Bila saya mengamati lebih jauh, aksi tawuran mahasiswa yang rata-rata terjadi antar-fakultas di Makassar yang terjadi secara periodic itu, tidak bertujuan untuk saling menyakiti ataupun mengintimidasi satu sama lain, tetapi ada alasan lainnya.

Alasan yang dimaksud ialah, untuk menumbuhkan rasa solidaritas (kebersamaan, kebersatuan) antara mahasiswa di fakultasnya sehingga mereka mencari musuh bersama dalam mewujudkan hal tersebut, jadilah tetangga fakultasnya yang diajak konfrontasi. Sama halnya ketika terjadi permasalahan dengan negara tetangga (Malaysia). Kita melihat betapa marahnya masyarakat negeri ini, bersatu dan berbaur turun kejalan mengecam segala tindakan provokativ, bahkan perlakuan tidak pantas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kita disana. Tetapi penumbuhan rasa solidaritas seperti ini juga tidak dapat dibenarkan. Satu hal yang perlu dipahami dalam hal ini yakni mahasiswa Makassar tidaklah benar-benar sekasar yang banyak orang bayangkan.

Diakhir postingan saya kali ini, saya mengajak kawan-kawan untuk lebih jauh mengenal Makassar. Terdapat banyak tempat-tempat wisata yang indah di kota ini, artikel mengenai tempat-tempat wisata tersebut dapat dibaca disini. Marilah kita untuk terbuka dan saling mengenal, sekali lagi saya menegaskan bahwa Makassar tidaklah sesempit layar TV. Media tak selalu benar, apalagi mereka yang kini dikuasai oleh beberapa oknum berbau politis. Pemberitaannya terasa begitu berpihak dan sarat akan kepentingan.


Comments
10 Comments

10 comments:

  1. Saya setuju sama tulisanmu mas bro...

    ReplyDelete
  2. Ini ikutan lomba yang kosmik ya? goodluck lah bro

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bro, kw sudah kirim url blog mu kah?

      Delete
  3. Replies
    1. itu jgan disebut disini bro, hahahaha.

      Delete
  4. Kita sebagai warga makassar memang telah banyak dirugikan pemberitaan-pemberitaan yang tak bertanggung jawab. Apalagi buat para sarjana2 univ Makassar yang karena pemberitaan tersebut, mereka jadi sulit mendapat pekerjaan diluar sulawesi.

    ReplyDelete
  5. itu diatas, komennya haidir kah? woy haidir

    ReplyDelete
    Replies
    1. trus masalah buat gue?
      Masalah barbie gue?
      Masalah Tetangga gue?
      Masalah barbie tetangga gue?

      Delete

Orang baik meninggalkan pesan