Sunday, 24 November 2013

Terios7Wonders: Menjajal Ketangguhan di Tujuh Keajaiban


Apa yang mungkin akan kalian pikirkan bila mendengar istilah 7 wonders ataupun hidden paradise? Banyak dari anda tentu akan berpikiran tentang 7 tempat wisata yang nan eksotis akan tetapi tidak banyak dikunjungi oleh para turis.

Yap ! seperti itulah kesan pertama saya ketika membaca tagline program “Terios 7 Wonders, Hidden Paradise” di website resminya.

Sedikit berbagi pengetahuan.

Di tahun 2013 ini, tepat dibulan Oktober yang lalu dari tanggal 1 hingga 14, Daihatsu mengadakan sebuah program guna mengeksplorasi surga-surga tersembunyi di sepanjang pulau jawa hingga ke Pulau Komodo. 

“Kami ingin memperkenalkan 7 tempat eksotis yang akan dilalui dalam perjalanan ini,” ungkap Rio Sanggau, Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor
Ekspedisi Terios 7 Wonders Hidden Paradise ini, bertujuan memberikan informasi berbagai tempat wisata yang jarang dikunjungi oleh masyarakat Indonesia. Adapun rute yang dilalui selama 14 hari itu, yakni Jakarta-Sawarna-Merapi-Tengger-Baluran-Rambitan-Dompu dan berakhir di Pulau Komodo pada 14 Oktober. Ekspedisi ini menggunakan total 7 Daihatsu Terios yang sekalian akan dibuktikan ketangguhannya dalam menempuh jarak total 2566 Km. Luar Biasa bukan.

 

Created by darwin_jh

Menurut saya, hal ini merupakan program yang patut diapresiasi mengingat ada begitu banyak program trip dari berbagai perusahaan lainnya, namun mereka lebih memilih tempat wisata luar meskipun sebenarnya kita masih memiliki banyak tempat wisata dalam negeri yang jauh lebih eksotis.

Yang masih penasaran dengan kisah Ekspedisi Terios 7 Wonders, mari ikuti cerita saya yang agak panjang dibawah ini.

14 hari Ekspedisi Terios 7 Wonders Hidden Paradise

Di hari pertama, yakni 1 Oktober 2013 rombongan Ekspedisi Terios 7 Wonders memulai tur-nya dengan berkumpul di Sentul City, Bogor, lalu mengarah ke Sukabumi dan berakhir di Sawarna, Lebak, Banten. Terios yang dibekali mesin 1500cc VVTi mampu dengan mudah dan nyaman melintasi jalanan berkelok, perbukitan hingga tanjakan dan turunan yang terjal.


Pelepasan di Centul City, Bogor
Melewati wilayah perbukitan di Palabuhan Ratu, rombongan dimanjakan dengan keindahan pemandangan pesisir pantainya yang dapat dilihat di sepanjang jalan menuju pantai Sawarna. Sesekali rombongan melintasi tanjakan terjal 45 derajat, bahkan tikungan tajam hampir 180 derajat, namun karena kegesitan pengemudi dan performa kendaraan yang baik sehingga semua dilalui dengan cukup mudah. Tepat pukul 15:30, rombongan tiba di Desa Sawarna.
Dari Desa Sawarna, Rombongan berjalan kaki sepanjang 800 meter menuju pantai Sawarna dengan melalui rumah penduduk dan jembatan gantung. Beberapa menit berjalan, rombongan pun tiba di Pantai Sawarna.

“Hamparan pasir dan ombak yang besar menyambut kami di sore yang agak mendung itu. O ini ya Pantai Ciantir Sawarna” gumam hati seorang blogger (@harrismaul).
Pantai Sawarna sendiri adalah salah satu lokasi favorit berselancar bagi para wisatawan domestik dan asing. Keindahan pantai yang masih bersih menjadi daya tarik pantai ini. (Sebagai salah satu Hidden Paradise, saya berharap suatu saat juga dapat mengunjunginya).


Sementara yang lain menikmati pantai sawarna, beberapa yang lainnya melanjutkan perjalanan dengan kakinya menuju Pantai Batu Layar atau Pantai Tanjung Layar. Pantai Tanjung Layar terkenal dengan dua buah batu besar eksotis yang berada di bibir pantai dengan bentuknya seperti layar.


“saya hanya bisa mengucap syukur sudah menjejakkan kaki ditempat ini. Satu mahakarya yang Tuhan ciptakan ada di tempat ini. Dua buah batu besar yang disebut Batu Layar berdiri gagah ditepi pantai dikelilingi karang-karang yang kokoh, ditemani dengan deburan ombak sepanjang hari” kembali gumam blogger itu.
Berpindah dari Ekspedisi Terios 7 Wonders Hidden Paradise hari pertama, yang cukup membuat saya iri itu. Kali ini kita akan bercerita tentang Ekspedisi Terios 7 Wonders Hidden Paradise di hari kedua.

Tepat pukul 6 pagi, perjalanan dilanjutkan menuju Yogyakarta. Rombongan melalui jalan Cikembar menuju Sukabumi, Cianjur dan masuk tol Padalarang - Bandung – Cileunyi, selanjutnya melalui Nagreg, Tasikmalaya, Banjar, Ciamis dan saat hari mulai gelap rombongan sudah memasuki Propinsi Jawa Tengah. Perjalanan lanjut terus menuju Cilacap, Purwokerto hingga Banyumas.

Rombongan sempat istirahat dan makan malam di Rumah Makan Pringsewu Sumpiuh. Beberapa yang lain mencoba sebuah kursi pijat elektrik, kemudian dilanjutkan terapi Ikan Gararupa di rumah makan tersebut.

Perjalanan kembali dilanjutkan ketika jam menunjukkan pukul 21.30. Melewati kota Purworejo, Sleman dan akhirnya tepat 01.30 rombongan akhirnya tiba di Kota Yogjakarta setelah melakukan road trip selama kurang lebih 16 jam.

“Sungguh suatu pengalaman baru bagi saya mengikuti road trip seperti ini. Apalagi menggunakan kendaraan yang cukup banyak. Perlu ada persiapan yang matang, mulai dari koordinasi antar setiap tim yang berada dalam kendaraan” Ungkap @harrismaul di blognya.
Tepat Jam 6 pagi esoknya atau memasuki hari ketiga ekspedisi, Rombonganpun menuju Desa Kinahrejo di Kaki Gunung Merapi, tetapi sebelum tiba di desa itu para rombongan menyempatkan diri mengunjungi Showroom Daihatsu di Jalan Raya Magelang Yogjakarta.

(Seperti yang saya ketahui, dan ingin saya beritahu ke anda, Terios menjadi produk yang paling diminati di Yogyakarta. Tidak heran, selain karena bentuknya yang keren, performanya juga cocok untuk digunakan di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya.)

Tiba di Lokasi, para rombongan melakukan penanaman 10.000 pohon yang diadakan oleh Daihatsu dan didukung oleh Pemerintah Provinsi DIY dan penduduk setempat. Setelah acara seremonial yang diakhiri dengan penanaman pohon, rombongan kemudian melakukan “Lava Tour” untuk menjelajahi daerah-daerah yang terkena erupsi Merapi tahun 2010 lalu.




Di hari keempat, setelah bermain debu di Kinahrejo, Merapi. Ekspedisi dilanjutkan menuju Malang melalui kota Wonogiri, Pacitan, Trenggalek, Tulung Agung dan Blitar. Setelah lebih dari 13 jam di perjalanan, Rombonganpun tiba di Kota Malang pada pukul 22:00, dan kemudian beristirahat.

Memasuki hari kelima, rombongan menuju Ranu Pani. Ranu Pani merupakan sebuah danau (ranu) seluas 4 hektar yang berada di kaki Gunung Semeru dan juga merupakan salah satu tempat tinggal Suku Tengger.

Di tepi Ranu Pani, rombongan mendirikan tenda dan beristirahat didalamnya. Hal yang spesial malam itu, yakni cerahnya cuaca yang membuat bintang-bintang dilangit terlihat sangat jelas.

“Kami menyebutnya tenda sejuta bintang, karena langit sangat cerah saat itu dan jutaan bintang begitu bersinar di atas langit. Segera kami abadikan momen indah dengan mengambil tripod untuk mendapat hasil yang maksimal” (@harrismaul)
Dan dari seluruh perjalanan yang telah dilewati sejauh ini, Inilah yang membuat saya merasa begitu iri dengan para peserta yang turut serta dalam Ekspedisi Terios 7 Wonders Hidden Paradise itu. Merasakan menginap dalam tenda, menyalakan api unggun, dan ditemani langit malam yang begitu cerah, bahkan sesekali terdengar suara gemercik danau adalah hal yang selalu ingin saya alami sendiri. Saya benar-benar berharap bisa mengunjungi tempat itu, bersama atau ditemani dengan orang-orang yang saya sayangi. 

Keesokan harinya, beberapa yang lain kemudian berkeliling menikmati danau dan berinteraksi dengan warga sekitar.


Bertolak dari Ranu Pani, rombongan kemudian menuju Taman Nasional Baluran yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur di hari keenam. Meski kekurangan tidur, rombongan Ekspedisi Terios 7 Wonders masih tetap semangat mengunjungi destinasi wisata ini. Tepat pukul 8 malam, rombonganpun tiba di pesanggrahan Bekol, tempat rombongan akan menginap.
 
Di Kawasan Sabana Baluran, rombongan menikmati safari untuk melihat kehidupan para hewan yang ada di Taman Nasional itu.





Melangkah kehari ketujuh, dari Taman Nasional Baluran rombongan bergegas menuju pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Bali. Di Gilimanuk Bali, rombongan menikmati istirahat dan makan siang dengan menu khas Bali, yakni Ayam Betutu. Setelah senja, rombonganpun akhirnya tiba di Kuta.


Kuta merupakan destinasi wisata yang telah terkenal baik oleh turis domestik, maupun turis asing. Sehingga Kuta tidak termasuk dalam Hidden Paradise yang siap dieksplor para rombongan sahabat petualang. Alhasil, rombongan ekspedisipun hanya sekedar beristirahat di Kuta dan harus bergegas ke Pulau Lombok keeseokan harinya.

Dihari kedelapan, rombongan menuju Pelabuhan Padang Bay untuk menyebrang ke Pelabuhan Lembar, Pulau Lombok. Waktu yang dibutuhkan untuk menyeberangi laut adalah sekitar 3 jam, ini dimanfaatkan oleh yang lainnya untuk beristirahat sebelum melakukan ekspedisi berikutnya ke destinasi wisata lainnya. Tiba di Kota Mataram, rombonganpun check in di Hotel Santika


Memasuki hari kesembilan, tim Sahabat Petualang Terios 7 Wonders mengunjungi salah satu tempat wisata budaya di Pulau Lombok yaitu Desa Sade Rembitan yang berada di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Saat memasuki desa, tim disambut Gendang Belik yang merupakan sambutan selamat datang bagi para pengunjung di desa yang dihuni oleh Suku Sasak ini, selanjutnya ada tarian adat yang menampilkan pertarungan antar dua orang pemuda Suku Sasak dan kemudian ada tarian mirip tari kecak tapi dibawakan oleh anak laki-laki.






Di Desa ini terdapat banyak peninggalan-peninggalan dan budaya yang masih dipertahankan hingga saat ini seperti adanya lumbung padi yang hanya boleh diambil oleh perempuan. Selain itu, ada juga kebiasaan yang masih dilakukan seperti mengepel lantai dengan menggunakan kotoran kerbau. (Menurut mereka, cara ini dapat membuat lantai rumah menjadi lebih hangat dan dijauhi oleh nyamuk)


Selepas dari Desa Sade, tim Terios 7 Wonders Hidden Paradise berlanjut mengkuti kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Daihatsu di SMA AL Masyhudien NW Kawo. Lalu mengunjungi Pantai Pink di Tanjung Ringgit.

Kegiatan CSR Daihatsu di SMA AL Masyhudien NW Kawo guna menjalani misi salah satu pilar CSR dari Daihatsu, yaitu Pintar Bersama Daihatsu. Bertempat di aula sekolah, secara simbolis sumbangan diserahkan oleh perwakilan dari Daihatsu dan salah satu dari Sahabat Petualang Terios berupa buku-buku pelajaran untuk perpustakaan kepada Kepala Sekolah.




Sehabis dari SMA AL Masyhudien NW Kawo, rombongan Sahabat Petualang Terios kembali melanjutkan eksplorasinya di Lombok. Rombongan mengunjungi salah satu surga pariwisata tersembunyi di Lombok yaitu Pantai Pink di Tanjung Ringgit.





Di hari kesepuluh Ekspedisi Terios 7 Wonders, rombongan bergerak menuju Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Ketujuh Daihatsu Terios kembali harus naik Kapal feri menuju Pelabuhan Pototano, Sumbawa. Dalam waktu 1.5 jam tim sudah tiba di Pulau Sumbawa

Kurang lebih 200 km perjalanan ditempuh dan akhirnya rombongan tiba juga di Kota Dompu. Destinasi Hidden Paradise berikutnya.

Memasuki hari kesebelas. Lokasi pertama yang rombongan tuju adalah Desa Palama. Saat memasuki desa jalur jalan cukup sempit dan berliku. Namun ketangguhan Daihatsu Terios bisa mengatasinya dengan mudah. Rombongan kembali disambut oleh keceriaan anak-anak sekolah yang baru saja pulang. Tidak sungkan-sungkan mereka menyapa rombongan dengan ramah atau berpose dengan ceria saat di foto. Di desa tersebut juga, rombongan sempat mengunjungi tempat pemerahan susuh kuda liar.


Bertolak dari Desa Palama, rombonganpun bergegas menuju Bima. Di tengah perjalanan, rombongan kedatangan tamu puluhan Daihatsu Feroza dari komunitas Feroza Fans Club. Setelah sempat melakukan foto bersama, mereka pun mengawal rombongan sahabat petualang menuju Pelabuhan Sape untuk menyebrang ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur


Setibanya di Pelabuhan Sape, para driver berpisah dengan rombongan. Termasuk meninggalkan 6 buah Daihatsu Terios dan akan kembali ke Jakarta. Tim hanya menyisakan 1 buah Daihatsu Terios yang rencananya akan dibawa hingga ke Pulau Komodo.

Perjalanan para Sahabat Petualang menuju Pulau Komodo dimulai dengan bertolak dari Labuan Bajo sebelum matahari tebit, tepatnya pada pukul 05.00 WITA. Dan setelah menempuh perjalanan laut selama 5 jam, tibalah rombongan di pulau tempat bersarangnya binatang purba ini.

Labuan Bajo
Di sini, para jurnalis berpisah dengan para blogger yang memiliki agenda acara berbeda. Para jurnalis pun menjelajah Pulau Komodo pada siang harinya dengan dipandu oleh dua orang ranger. 


Sepanjang tur rombongan diajak berkeliling melalui jalur pantai dan bukit yang tandus. Rombongan berhasil menjumpai 5 ekor komodo selama tur. Sayangnya, semua komodo yang dijumpai tidak menunjukkan aktivitas apapun dan hanya berbaring di bawah pohon.


Usai tur rombongan pun kembali menyeberang ke Labuan Bajo untuk mengakhiri hari dan beristirahat, sebelum kembali ke Jakarta esok harinya dan mengakhiri rangkaian Terios 7 Wonders Hidden Paradise.

“7 destinasi sudah kami singgahi mulai dari Sawarna, Banten - Merapi, Jogja - Ranu Pani, Semeru - Baluran, Banyuwangi - Sade Rembitan, Lombok - Dompu, Sumbawa hingga puncaknya di Taman Nasional Komodo yang merupakan salah satu dari new 7 wonders yang diakui oleh dunia. Menyambangi pantai-pantai yang tersembunyi. Merasakan dinginnya kawasan Gunung Semeru. Mendalami budaya Lombok. Menyelami laut perairan Pulau Komodo. Semua keunikan dari “hidden paradise” sudah kami lalui dengan sukses dan selamat.” Kembali ungkap @harrismaul di akhir postingan cerita Ekspedisi Terios 7 Wonders di Blognya
Dan itulah tadi cerita perjalanan 14 hari Ekspedisi Terios 7 Wonders yang bisa saya rangkum. Daihatsu terus membuktikan kehebatan atau ketangguhan setiap produknya, salah satunya Daihatsu Terios, yang tanpa masalah berarti dapat menjelajah 7 Surga Tersembunyi nusantara dari Sawarna hingga Ke Pulau Komodo.

Beberapa informasi yang perlu anda tahu:
7 Aturan Road Trip
7 Tips Berkendara Aman dalam Konvoi
Cara Survive dari Roadtrip panjang

Mengakhiri cerita saya ini, berikut telah saya siapkan video perjalanan 14 hari Ekspedisi Terios 7 Wonders yang saya buat sendiri


Comments
22 Comments

22 comments:

  1. Tulisannya Lengkap gan. Calon Juara nih :]

    ReplyDelete
  2. Postingannya menarik. Semoga sukses bro

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak. maksih juga sudah mau komen.

      Delete
  3. Review cerita yang menakjubkan, dengan keindahan panorama Indonesia yang selalu membuat mata menjadi takjub dalam hal memandang dan menikmatinya.

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, makasih ya. semoga kita bisa sama2 menang.

      Delete
    2. Kalau sudah cair beritahu saya ya Kang. he,, he,, he,,,

      Delete
    3. haha. nanti sy mensen di twitr...

      Delete
  4. Sy dirumah pakai terios gan. Sy dari dulu memang senang pakai daihatsu.

    ReplyDelete
  5. Kapan2 saya mau coba minum susu kuda ah.

    ReplyDelete
  6. Artikelnya bagus... makasih ya dah share... o iya yg mo tau Discount Pulau Seribu, Bidadari, Pantara, Kotok, Putri, Ayer, Sepa, Jl. Lodan Timur 7, Marina Ancol, Jakarta Telp : 02168274005 / 08159977449.

    ReplyDelete
  7. good luck, saya doakan juara

    ReplyDelete
  8. Review ceritanya menakjubkan

    ReplyDelete
  9. Selamat ya postingannya jadi finalis.
    Insyah Allah Juara.

    ReplyDelete

Orang baik meninggalkan pesan