Thursday, 28 August 2014

Bersama Terios Menjajal Ketangguhan di Tujuh Keajaiban


Meski tak dapat menikmati langsung 7 keajaiban tersembunyi dalam perjalanan Ekspedisi Terios 7 Wonders Hidden Paradise yang lalu, hingga saat ini saya malah masih merasa telah menjadi salah satu bagian dari perjalanan yang mengesankan itu. Kisah-kisah perjalanan yang dituangkan dengan apik di dalam blog 7 blogger yang ikut serta dalam perjalanan itu, telah membawa kami pembacanya turut merasakan keindahan, keramahan serta keajaiban selama ekspedisi tersebut berlangsung,

Nusantara bak bentangan surga tak terbatas, ada banyak hamparan tempat indah di Bumi Ratna Mutu Manikam. (Amelia Tjandra)
Source: Blog 7 blogger yang turut serta dalam kegiatan Terios 7 wonders, edited by penulis
Dari perjalanan panjang nan melelahkan, ada satu tokoh kunci yang membuat perjalanan ini menjadi seakan menguapkan rasa lelah dan menciptakan sebuah perjalanan asik yang sangat menarik. Yakni, si kuda besi Daihatsu Terios itu sendiri.

Perjalanan yang sangat menantang, menjadi tidak begitu sulit berkat kelincahan dan stamina prima si Daihatsu Terios
Perjalanan ini menempuh kurang lebih 3000 km. Perjalanan yang sangat menantang, menjadi tidak begitu sulit berkat kelincahan dan stamina prima si Daihatsu Terios. Namun bukannya tanpa persiapan, perjalanan ekspedisi terois 7 wonders ini telah direncanakan dan dipersiapkan dengan sangat baik hingga hari-H pemberangkatan.

Perjalanan Terios 7 wonders ini sesuai judulnya, menjelajahi 7 keajaiban tersembunyi yang terhampar dari barat pulau jawa hingga Pulau Komodo. Mulai dari Pantai Sawarna yang mempesona, Merapi yang penuh misteri, Tengger yang bersahabat, Baluran yang sangat afrika, Sade yang unik, Sumbawa yang khas dan berakhir di Pulau Komodo yang gagah.
Perjalanan Terios 7 Wonders, Created by Penulis via Google Maps

Sebagaimana yang disampaikan David Scott, "Ada kebenaran fundamental dalam alam, manusia mesti menjelajah", sepertinya menjadi salah satu ungkapan paling tepat dalam menggambarkan suksesnya ekspedisi terios ini. Selama perjalanan para terioser benar-benar merasakan kebenaran fundamental itu, yang bahkan kata-katapun sulit untuk menggambarkannya.

Berawal dari Sawarna yang begitu mempesona, tim begitu ditakjubkan dengan keindahan alam pantainya. Sawarna sendiri terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Lebak Banten. Desa ini begitu ramah lingkungan (Enviromental Village) yang siap menyambut para pelancong lokal maupun mancanegara ke desa mereka.

"Sebelumnya, pelancong asal mancanegara seperti dari australia sering mampir ke Sawarna. Awal tahun 2000-an, baru turis lokal dan konsep desa wisatapun diperkenalkan ke publik," Ungkap Ade, penduduk asli Sawarna
Konsep desa wisata ramah lingkungan ini bisa menjadi inspirasi buat desa lainnya. Setidaknya memberikan kontribusi bagi warga sekitar dan menarik para pengunjung. Salah satu hal yang unik lagi dari Sawarna ialah pintu gerbang masuk ke desa tersebut ternyata adalah sebuah jembatan gantung.
Sawarna yang mempesona, Sumber gambar: Blog 7 wonders, edited by penulis

Esoknya selepas dari Sawarna, tim pun melanjutkan perjalanan menuju Merapi, Yogyakarta. Hampir 20 Jam waktu tempu yang dibutuhkan dari Sawarna, Banten menuju Merapi, Yogyakarta.

"Merapi seolah punya magis bagi warga sekitar. Panorama alam memberikan daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung. Tidak terkecuali, pasca-erupsi 3 tahun yang lalu, tepatnya November 2010"
Sebagai renungan, November 2010 desa sekitar merapi menjadi luluh lantak akibat letusan gunung. Desa Kinahrejo menjadi salah satu desa yang hancur. Menariknya, selain memang menjadi tempat tinggal sang juru kunci, Mbah Maridjan, bungker serta sisa keganasan erupsi masih disaksikan langsung di lokasi.

"Barang berkaitan dengan Mbah Maridjan seperti alat rumah tangga sampai mobil evakuasi terakhir warga Merapi juga dipajang di kediamansang juru kunci. Warga juga bisa menjual souvenir Merapi ke pengunjung,” ujar Ramijo, Kepala Dukuh Kinahrejo."
Selain itu, ada miliaran meter kubik material yang seolah memberikan sumber alam yangm siap dieksplorasi untuk/menjadi hal yang ekonomis. Bisa jadi, modal dan harta tersembunyi itu siap memakmurkan masyarakat setempat. Sekali lagi, berkah Merapi tetap menjadi daya tarik. Apalagi, pelan tapi pasti, Merapi mulai kembali menghijau. Bahkan bekas erupsi laharnya pun menjadi pesona yang bisa dinikmati.


Blessing in Disguise Merapi,
Sumber Gambar: Google dengan kata kunci,"Terios 7 wonders merapi" edited by penulis
Setelah menyapa Merapi, tim kemudian menyambangi Kawasan Bromo-Tengger-Semeru Jawa Timur.

Sekali lagi, performa Daihatsu Terios anyar kembali diuji. Guratan alam Kawasan Taman Nasional Bromo– Tengger–Semeru benar-benar menguras konsentrasi. Sejatinya, trek Tumpang–Ngadas–Njemplang– Bantengan–Ranupani terpaksa urung dilakoni. Jalur Njemplang–Bantengan–Ranupani tengah diperbaikan dan tim mesti mencari jalur alternatif. TrekTumpang–Dampit–Candipuro–Senduro–Ranupani mesti ditempuh lebih jauh atau 5 jam lebih dari jalur semula.  Performa Terios mulai menunjukkan tajinya. Trek tanjakan, turunan dan berliku sukses dilakoni Terios. Bahkan trek ekstrem Senduro–Ranupani nan menantang. Selain kondidi trek, tanjakan dan turunan tajam menjadi menu.

"Hal ini tidak terlalu bermasalah. Mesin 1.495 cc 4 silinder DOHC VVTi langsung merespons. Terios bertenaga 109 dk/6.000 rpm dan torsi 145 Nm/4.400 rpm ini seolah tidak kehabisan amunisi merangsek menuju Desa Ranupani, Lumajang Jawa Timur yang notebene desa Tengger terakhir menuju jalur pendakian Gunung Semeru."
Inilah pemukiman masyarakat asli Jawa sejak masa Majapahit berkuasa dan bermukim plus memegang teguh budaya Tengger. Menurut legenda, kawasan ini dahulunya ditinggali pasangan Roro Anteng dan Joko Tengger dan berkuasa di area ini. Kendati demikian, yang tidak pernah tertinggalkan dalam tata ruang hunian adalah keberadaan pawonan (dapur). Pawonan tersebut memiliki fungsi utama sebagai tempat memasak, namun juga sebagai tempat berkumpulnya keluarga untuk menghangatkan diri, makan bersama bahkan menerima tamu yang telah dianggap sebagai sanak (keluarga).

Harmonisasi Alam,
Sumber Gambar: Google dengan kata kunci,"Terios 7 wonders ranupani" edited by penulis
Setelah menyambangi Ranupani-Tengger, Tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Baluran yang dikenal sebagai Africa Van Java.


Keunikan serta sensasi 
Taman Nasional Baluran 
menjadi alasan Tim Terios 7Wonders: Hidden Paradise 
Bertandang

Hamparan savanna dan hutan tropis seluas 25 hektar bukan sembarang. Ada sejumlah yang mendiami taman nasional ini seperti banteng Jawa, landak, merak, kera, rusa dan lainnya. Tidak perlu pergi jauh-jauh ke alam liar Afrika, tengok saja Taman Nasional Baluran. Sekitar 15 kilometer dari pintu gerbang menuju wisma penginapan. Jalan rusak menuju wisma menjadi menu. Untungnya, Daihatsu membekali suspensi Terios meredam guncangan jalan rusak akses menuju Afrika di ujung Jawa ini. 

Tim langsung disambut oleh petugas Taman Nasional Baluran. Menariknya, safary night Baluran sulit untuk ditampik. Paling tidak, semilir angin Baluran dan gelapnya alam Baluran kian menambah sensasi pelesiran di malam hari di Taman Nasional. Melalui jalan setapak, sinar lampu senter menjadi pemandu sekaligus penerangan sepanjang safary night berlangsung. Sejumlah fauna pun masih bisa ditemui dalam pelesiran malam ini seperti musang, trengggiling, rusa dan kera. Tidak lebih dari 2 kilometer, pelesiran malam ini dilakoni

Lokasi Baluran terbilang mudah ditemukan. Pintu gerbang utamanya terletak di Jalan Situbondo-Banyuwangi yang merupakan akses utama Surabaya – Situbondo – Ketapang Jawa Timur menuju Bali. Jadi, tidak perlu jauh-jauh pergi ke Afrika, cukup Taman Nasional Baluran menjadi opsi.

Africa van Java
Sumber Gambar: Google dengan kata kunci,"Terios 7 wonders baluran" edited by penulis

Perjalanan Tim Ekspedisi Terios 7 Wonders kemudian dilanjutkan, dari Tanah Jawa tim bergegas menuju Sade Rembitan-Lombok, Sebelumnya Tim rehat sejenak di Kuta, Denpasar Bali.

Lebih dari 158 kilometer dari Bali – Lombok, 7 unit Terios pun mesti menyeberang selat Lombok. Butuh waktu penyeberangan sekitar 5 jam dari Padang Bai–Lembar. Setiba di pelabuhan Lembar, fitur GPS langsung di operasikan. Sehingga tidak perlu khawatir, untuk mencari alamat dan lokasi menarik untuk disinggahi. Tinggal tentukan alamat, tunggu GPS built-in bekerja dan ikuti petunjuk arah dan informasinya.

Desa yang letaknya di daerah Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah ini tidak jauh dari Mataram, Lombok. Desa ini merupakan desa kuno yang berpenghuni sekitar 150 orang. Keunikan suku Sasak Lombok masih ditemui kearifan dan keseharian masyarakatnya di lokasi ini. Mulai dari pintu gerbang bale tani (tempat musyawarah warga) hingga lumbung padi bisa dilihat dari dekat di desa ini. 

Saat tim berkunjung, sejumlah tarian khas Sasak langsung menyambut. Duo penabuh gendang dan iringan musik tradisional bersamaan seolah memberi salam, selamat datang. Tari Gendang Gelik ini mencairkan suasana tim sesaat memasuki gerbang desa. Puas bercengkerama dengan keseharian suku Sasak, Terios 7 Wonders: Hidden Paradise bergegas menuju pantai eksotis di sekitaran Lombok, Pantai Pink (Pink Beach)

Sade Rembitan-Lombok
Sumber Gambar: Google dengan kata kunci,"Terios 7 wonders Sade Rembitan" edited by penulis


Selepas dari Sade Rembitan Lombok, Tim melanjutkan perjalanan menuju Dompu-Bima. Rute Lombok – Dompu menjadi tantangan tersendiri. Bayangkan, kurang lebih 585 kilometer mesti dilakoni Terios 7 Wonders: Hidden Paradise hari ke-10 ini. Bukan sekadar panjangnya rute, bentangan alam Sumbawa benar-benar menjadi tantangan. Lamat-lamat, bebukitan gersang menyambut tim setiba di Pelabuhan Poto Tanu.

Tim tiba dini hari di penginapan di pesisir Lakey Beach yang kondang di Dompu. Pantai ini dikenal dengan gulungan ombak yang digandrungi oleh peselancar mancanegara. Deru dan deburan ombaknya begitu menantang para penggila surfer selain panorama alam yang menakjubkan. Saat hari mulai terang, tim pun langsung menuju ke area susu kuda liar di perbatasan Dompu – Bima, tepatnya desa Palama, Donggo, Bima Nusa Tenggara Barat. Untuk sampai lokasi, tim mesti masuk ke dalam area sekitar 6 kilometer.


"Biasanya, setiap rumah memiliki 1 kuda untuk peliharaan. Umumnya pasca-panen, kuda-kuda tersebutdigembalakan liar ke alam,” papar Hasan, salah satu pemilik kuda.
Magnet Sumbawa
Sumber Gambar: Google dengan kata kunci,"Terios 7 wonders Dompu" edited by penulis
Setelah menikmati keajaiban alam dan susu kuda warga setempat, tim melanjutkan perjalanan menuju destinasi terakhir yang akan menutup perjalanan panjang 14 hari, yakni Pulau Komodo.

Perjalanan tim menuju Pulau Komodo dimulai dengan bertolak dari Labuan Bajo sebelum matahari tebit, pukul 5 pagi, Phinisi Lafina (asal Bone, Sulawesi Selatan) bergegas menuju Pulau Komodo. Ada banyak pulau kecil sesaat berlayar ter hampar di laut biru Manggarai Barat. Pulau besar seperti Rinca, Kenawa, hingga Pink Beach menjadi tujuan mengeksplorasi wisata di pulau eksotis di samping diving tentunya. Sekitar 4 jam, akhirnya tim berlabuh di dermaga Pulau Komodo. Tidak berselang lama, rombongan blogger dan para petinggi Astra Daihatsu Motor, akhir bertemu pada titik ini. Seluruh peserta baik dari awak media, blogger hingga para petinggi manajemen Astra Daihatsu Motor hadir dalam acara puncak tersebut. Selebrasi sekaligus rasa syukur sukses tim dan Terios hadir di Pulau Komodo menjadi


Bukan sekadar berkunjung, potensi serta gaung Pulau Komodo memang pantas menyandang Warisan Keajaiban Dunia. Akan tetapi lebih dari sekadar penegasan misi Terios 7 Wonders: Hidden Paradise 2013 sukses menjejakkan kaki di pulau eksotis ini
 

Terios Berlabuh di Komodo
Sumber Gambar: Google dengan kata kunci,"Terios 7 wonders Komodo" edited by penulis
Tidak hanya perjalanan semata, 
didalam Ekspedisi Terios 7 Wonders juga diadakan
bakti sosial sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR)
Astra Daihatsu Motor

Sumber Gambar: Simplyindonesia.blogspot.com, Edited by Penulis
Sumber Gambar: girisatrio.blogspot.com, Edited by Penulis
Sumber Gambar: backpackology.me, Edited by Penulis
Sumber Gambar: backpackology.me, Edited by Penulis
Sumber Gambar: backpackology.me, Edited by Penulis

Sebagai seorang blogger, saya sendiri merasa takjub akan pengalaman yang diperoleh oleh 7 blogger yang turut serta pada Ekspedisi Terios 7 Wonders. Ada begitu banyak rasa, keindahan, nuansa, keakraban yang tentu saja hadir selama dan setelah perjalanan panjang itu berlangsung. Daihatsu senantiasa menghadirkan program yang begitu nyata dan menyentuh. Setelah Pulau Jawa dan Komodo, berikutnya Daihatsu akan melakukan perjalanan panjang mengelilingi Pulau Sulawesi. Menjadi bagian dari perjalanan itu merupakan keinginan besar/cita-cita saya yang ingin saya wujudkan. Masih ada begitu banyak daerah yang tidak pernah saya kunjungi di sulawesi, sulawesi adalah tanah kelahiran saya dan juga merupakan kewajiban saya untuk bisa mengenalnya lebih dekat.

Sebagai penutup, berikut telah saya siapkan video perjalanan 14 hari Ekspedisi Terios 7 Wonders yang saya buat sendiri

Comments
11 Comments

11 comments:

  1. Artikelnya lengkap, tulisannya keren. Calon Juara :-D

    ReplyDelete
  2. Wah ulasannya lebih mantap nih....

    ReplyDelete
  3. keren. makin jago aja kaka darwin nulis :D

    ReplyDelete
  4. Jalan-jalan bersama Terios dalam petualangan memang mantap ya Sob. Mantap nih ulasannya. lengkap naget.

    Salam

    ReplyDelete
  5. Luar biasa artikelnya, Salut.

    ReplyDelete
  6. Helow Admin Blogger

    Tinggal 6 Hari Lagi Berwisata Gratis ke Macau Plus iPhone 5c, loh.

    Tertarik? Ikuti lombanya. Ayo, ikuti lomba blog "Why Macau" di sini http://bit.ly/WhyMacau.

    Caranya cukup mudah, tuliskan keinginanmu untuk pergi ke Macau. Topik nya bisa tentang kuliner, objek wisata, kebudayaan, dan tempat populer di Macau. Sertakan foto atau video agar tulisanmu lebih menarik.

    Selengkapnya di sini http://bit.ly/WhyMacau

    ReplyDelete
  7. bookmarked!!, I like your blog!

    Stop by my website: magento themes

    ReplyDelete

Orang baik meninggalkan pesan