Thursday, 1 October 2015

Pattunuang Assue: Tempat Wisata Ciamik yang Membuat Kami Datang Kembali



Saya dan teman-teman kampus memang orang yang suka selfie, suka makan, suka gratisan, senang liburan *coret yang tidak perlu*. Foto dibawah sewaktu kami berlibur di awal tahun 2013 yang lalu di salah satu tempat di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Disini saya akan bercerita mengenai pengalaman kedua kami ke tempat ini. Mengapa kedua? karena keindahan tempat wisata ini membuat kami datang kembali *ciaileh*. Tempat ini begitu eksotis, dengan dihimpit dua gunung dan ditengahnya dialiri sungai, membuat pemandangan disini benar-benar ciamik. Ini merupakan salah satu liburan paling berkesan bagi saya.


Kami kembali ke tempat ini di hari minggu di bulan mei yang lalu. Nama tempat ini dalam bahasa setempat adalah "Pattunuang Assue", saya juga tidak tahu apa artinya. Lokasinya sendiri berada lumayan jauh dari tempat tinggal kami di Kota Makassar. Untuk transportasi sendiri, kami mengandalkan Nissan March milik teman kami. Disana kami merencanakan akan berpiknik, mengadakan acara bakar-bakar ikan di pinggir sungainya. 

Hari itupun tiba, kami yang sebelumnya telah janjian di kampus pukul tujuh pagi hanya baru lengkap di pukul sembilan pagi, saya sendiri datang di jam delapan lewat sedikit *telat dan bangga*. Saat itu kami telah menyiapkan beberapa hal, yang terpenting adalah perut kosong kami. Kami sengaja berpuasa beberapa jam sebelumnya, agar kami dapat lebih puas menikmati acara bakar-bakar ikan disana. Ikannya akan dibeli nanti diperjalanan bersama bahan pembakarnya. Untuk besi alas pembakarnya, telah disediakan oleh salah satu teman saya. Kami ada tujuh orang, dua orang dari kami ketempat ini untuk pertama kalinya.


Setelah lengkap kamipun berangkat. Dari kampus kami sengaja melewati tol agar lebih cepat sampai ke tujuan. Kami tidak ingin banyak waktu terbuang sia-sia di jalan, karena lokasi yang kami datangi memang begitu jauh. Diperjalanan kami mengingat-ingat apa saja hal lucu yang terjadi dua tahun lalu disana. Dulu kami menggunakan motor dan berangkat di musim hujan *bukan di musim cherry*, sehingga sebelum sampai ke tujuan kami telah basah duluan.



Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, di tengah perjalanan kami singgah untuk membeli ikan dan batok kelapa kering yang biasa dijadikan bahan pembakar. Tidak sampai 100 rb semua kebutuhan ini telah terpenuhi, sangat murah dibanding bila kami semua mendatangi pusat-pusat hiburan moderen. Di sepanjang jalan kami dipuaskan dengan pemandangan gunung-gunung khas Kabupaten Maros. Bagi anda yang anda belum pernah ke Maros, di tempat ini anda akan menemukan barisan gunung-gunung yang begitu eksotis yang mengiringi perjalanan anda.

Memakan waktu perjalanan sekitar satu setengah jam, akhirnya kamipun sampai ditujuan. Untuk memasuki kawasan Pattunuang Assue kami harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 2 Km *T__T*. Disini kami melihat begitu banyak perubahan yang terjadi sejak terakhir kami ditempat ini. Jalanan berbatu yang dulu dijalani, kini telah di beton, bahkan telah ada jembatan bila ingin menyeberang ke sisi sungai yang lain. Dulu kami harus menyeberangi sungainya dengan kondisi hujan dan arusnya kuat. Mirip adegan-adegan di film action. Sehingga butuh perjuangan ekstra untuk sampai di ke seberang sungai.


Bila dulu kami mendapati sungainya yang lumayan dalam karena di musim penghujan, kali ini sungai disana begitu dangkal sehingga sangat tepat untuk berpiknik di tempat ini. Tidak butuh waktu lama akhirnya kami mendapatkan spot yang pas untuk berpiknik ria. Spotnya sendiri yakni di samping jembatan, kami memilih tempat ini karena viewnya yang sangat cantik.

Karena perut sudah lapar, kami kemudian bergegas menyiapkan bahan-bahan dan tentunya mengeksekusi ikannya. Yang bertugas membakar adalah dua orang teman saya, namanya Ahmad dan Haidir. Namun sebelum dibakar, ikannya terlebih dulu dibersihkan, untuk tugas ini kami menyerahkan kepada Dayat yang sepertinya memang telah begitu profesional, beliau dibantu oleh Imran, Dio, dan Herzon. Saya sendiri bertugas mendokumentasikan, dan sesekali juga turut membakar ikannya.


Sambil menunggu ikan yang sedang menikmati asap. Saya pun menikmati arus sungai yang airnya begitu segar, mungkin seperti inilah mata air pegunungan yang ada manis-manisnya itu. Kicauan burung-burung dan suara angin yang menggoyang pepohonan menambah suasana mesra tempat ini. Tempat ini seakan merayu kami untuk terus-terusan menikmati alamnya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 12 lebih yang artinya telah memasuki waktu dhuhur. Meninggalkan sejenak ikan kami yang belum semuanya matang, kami pun shalat berjamaah di alam yang beralas pasir. Ada salah satu nikmat tersendiri ketika melaksanakan kewajiban kami di tempat ini, kami serasa menyatu dengan alam untuk mensyukuri nikmat Tuhan yang maha tinggi.

Tidak lama setelah itu aroma tanda ikan yang telah siap di makanpun memanggil. Dengan sigap sayapun bergegas menuju ke tempat dimana ikan dibakar. Dengan ditemani suara arus sungai kami bertujuh mengumpulkan ikan yang telah dibakar ke bebatuan rata di pinggir sungai. Kami juga mengeluarkan nasi yang telah dibungkus dan sambal yang dibawah oleh teman saya, sehingga membuat acara makan-makan kali ini berlangsung begitu sempurna.

Rasa ikan yang kami bakar begitu sempurna, tidak kalah dengan masakan sejenis yang biasa kami makan di rumah-rumah makan. Entah telah berapa banyak ikan yang saya makan waktu itu. Tidak percuma kami berpuasa beberapa jam. Makanan yang kami buat memang begitu enak, apalagi ditambah pemandangan pattunuang assue yang begitu cantik.


Setelah makan, kami dengan perut buncit karena kekenyangan kemudian melanjutkan perjalanan lebih jauh lagi kedalam Pattunuang Assue untuk melihat batu alien yang dulu juga kami datangi. Kami menamakannya batu alien karena bentuknya yang mirip pesawat alien. Namun sayangnya kami tidak dapat bereksplorasi lebih jauh di batu ini, karena sedang dinikmati pengunjung lain yang sedang berpacaran, begitu sedih bagi kami para kaum fakir asmara. Agar dapat kembali mengabadikan momen ditempat itu, kamipun menunggu hingga pasangan itu pulang.

Ternyata tidak perlu waktu lama sampai mereka meninggalkan tempat itu. Saat mereka pergi kamipun bergegas untuk ke Batu Alien sambil mengabadikan momen-momen yang mirip dengan yang kami lakukan dua tahun yang lalu. 



Setelah puas kami lalu kembali kerumah, yang meski begitu letih, kami begitu puas menghabiskan akhir pekan disana. Suatu saat saya ingin mengeksplorasi tempat-tempat wisata alam lain yang tak kalah ciamik.



Comments
36 Comments

36 comments:

  1. Asiik banget nih liburannya keknya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah udah pada rame nih.
      Iya asik banget...
      seru karna bareng temen2.
      Tempatnya juga keren banget

      Delete
    2. tempatnya di Maros gan, ga banyak yg tau sih tempat ini.
      Biar nanti dengan postingan ini, tempatnya jadi lebih terkenal...

      Delete
  2. Datang ketempat-tempat wisata alam memang lebih enak gan,..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bner banget itu.
      Mas heru pasti sering naik gunung2 gitu kan?

      Delete
  3. Saya bersama keluarga juga sering menyempatkan berlibur paling tidak sebulan sekali, biar kami sekeluarga bisa lebih bahagia...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bner banget mba, menurut salah satu penelitian jg kalau liburan itu obat paling mujarab buat awet muda.

      Delete
  4. mantep banget liburannya, tulis ceritanya juga mantep, ga bosen saya bacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba mmg mantep, makasih banyak ya udah dtg berkunjung

      Delete
  5. Di Maros memang gunungnya keren-keren, sy mau lg kembali kesana someday...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya keren banget gan, di sepanjang jalan kami diiringi gunung-gungnya gan.

      Delete
  6. Itu tempatnya tepatnya dimana gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimana ya ceritain nya. Lokasi masuknya tepat didepan maros waterpark mba... sebelah kanan sebelum masuk kejalan yang belok2 itu.

      Delete
  7. kalau liburan bareng teman2 kampus sih enak dbnding liburan sama teman2 sekantor...

    ReplyDelete
  8. mantep banget liburannya...

    ReplyDelete
  9. Widiih tulisannya rapi nih ya.. pengantarnya ngena juga,

    ReplyDelete
  10. Replies
    1. haha. makasih mba. Terima kasih telah dtg berkunjung...

      Delete
  11. Waah asyik banget ya piknik sambil bakar-bakar ikan.Lezaat..

    ReplyDelete
  12. Waah asyik banget ya piknik sambil bakar-bakar ikan.Lezaat..

    ReplyDelete
  13. Waah asyik banget ya piknik sambil bakar-bakar ikan.Lezaat..

    ReplyDelete
  14. Ceritanya seru. Terimakasih sudah berpartisipasi dalam lomba. Maaf, pengumuman ditunda tgl 20 Oktober 2015. Goodluck.

    ReplyDelete

Orang baik meninggalkan pesan